Cara Menulis Surat Resmi

Uncategorized

Sejak dari jaman sekolah dasar, tentu kita sudah pernah apa itu surat. Paling tidak, kita pasti pernah melihat contoh surat cinta dan surat izin sakit. Beranjak ke sekolah menengah pertama, kita sudah diajari bagaimana cara membuat surat yang biasanya digunakan untuk organisasi seperti OSIS. Ketika sekolah menengah atas, kita sudah lancar menulis surat karena banyak dari kegiatan yang menggunakan surat.

www.suratresmi.net

Ketika kita beranjak dewasa, surat menyurat menjadi berkurang intensitasnya karena kesibukan. Lalu, apakah Anda masih mengingat cara membuat surat resmi yang baik dan benar? Tenang dan jangan khawatir. Berikut kami rangkum cara menulis surat resmi agar memudahkan kalian semua.

  1. Siapkan kop sebagai bagian paling atas surat. Kop ini biasanya terdiri atas nama, alamat, nomor telepon, dan lambang instansi. Jadi, ketika membaca surat tersebut, kita jadi tahu instansi mana yang mengirim surat.
  2. Menambahkan nomor, lampiran, tanggal dan tempat surat dibuat. Tanggal biasanya ditulis di bagian atas kanan surat. Beberapa contoh surat resmi tidak menggunakan lampiran. Maka, lampiran tidak perlu disertakan. Untuk beberapa kasus, bagian lampiran diisi dengan tanda “-“ saja.
  3. Tulis dengan jelas apa maksud dan tujuan Anda menulis surat di bagian perihal. Bagian ini bisa diisi dengan hanya “Lamaran Pekerjaan” atau “Pengumuman Hari Libur” agar penerima mengerti jelas apa inti dari surat.
  4. Jangan lupa, tuliskan nama dan alamat penerima surat dengan jelas setelah bagian perihal.
  5. Isi bagian salam sesuai dengan situasi. Untuk kesan yang sangat formal, bisa diisi dengan kata “Yang terhormat,” atau “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” untuk kesan yang lebih Islamis. Perlu diingat, penerima haruslah beragama Islam jika Anda memilih menggunakan salam tersebut.
  6. Tuliskan pokok inti permasalahan surat di bagian isi yang terdiri dari pembuka, isi dan penutup. Tidak perlu panjang dan berbelit-belit. Surat resmi harus singkat, padat, dan jelas.
  7. Sertakan nama pengirim agar penerima surat tahu siapa yang mengirim surat. Apabila menggunakan komputer, sertakan pula tanda-tangan hasil scan agar kesan resmi didapat.
  8. Bagian akhir, isilah tembusan sesuai dengan nama instansi sebagai arsip atau individu yang memerlukan surat tersebut.

Demikian cara menulis contoh surat resmi. Hal paling penting dalam menulis surat adalah penerima mengerti apa maksud dan tujuan pengirim. Bagaimana, mudah bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *